LHOKSUKON | lintasberitaindonesia.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) menginformasikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan gas subsidi saat ini berada di posisi aman hingga hari ke tujuh (H+) lebaran Idul Fitri 1447 Hijiriah.
Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagkop UKM Aceh Utara Irwandi mengatakan, dari hasil rapat pada tanggal 12 Maret 2026 lalu menyebutkan bahwa ketahanan stok LPG untuk wilayah Aceh Utara menjelang Lebaran berada dalam kondisi aman.
Saat ini, kata Irwandi, tersedia stok LPG Mix sebanyak 3.180 MT dan stok Propane & Butane sebesar 19.996 MT, yang menjamin ketersediaan pasokan selama 7 hari ke depan (7 Coverage Days).
Disampaikan, berdasarkan data penyaluran rutin harian dari tanggal 1 hingga 11 Maret, distribusi berjalan stabil di angka 15.120 unit per hari, atau mencakup 99,8% dari rata-rata normal sebesar 15.150.
Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri, telah disiapkan skema Rencana Penyaluran Tambahan sebesar 44.240 unit. Strategi penebalan stok ini meningkatkan volume pasokan hingga mencapai 133,1% dari rata-rata normal pada hari-hari tertentu di periode 13-21 Maret 2026 guna mencegah kelangkaan di pasar.
“Sedangkan untuk BBM, stok kita per tanggal 12 Maret 2026 di depot Lhokseumawe itu untuk pertalite 5.871 kiloliter, Pertamax 2.219 kiloliter, Biosolar 2.924 kiloliter, dan Pertamax Turbo 50 kiloliter,” sebut Irwandi.
Untuk itu, Irwandi berharap masyarakat Kabupaten Aceh Utara untuk tidak panik dengan ketersediaan BBM dan gas Subsidi saat ini. Sedangkan untuk beras di Bulog Regional Lhokseumawe juga berada di posisi aman.
“Apabila nanti ada terjadi penimbunan (BBM atau gas subsidi) misalnya, kita bersama Forkopimda tentu akan duduk bersama bahas apabila memang terjadi keresahan-keresahan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Irwandi.
[Muhazir]
