Seunuddon | Lintasberitaindonesia.com – Pasca Banjir Meteorologi yang melanda Aceh Utara terlebih di Kecamatan Seunuddon yang telah banyak kehilangan dan rusaknya Fasilitas Publik, seperti jalan, jembatan, Kantor Pemerintahan, Sekolah, Tempat Ibadah, dan Listrik. Begitu juga fasilitas pribadi lainnya, Rumah, Sawah, Tambak, tempat usaha UMKM serta kebutuhan sehari hari.
Pasca 3 Bulan lebih Banjir di Seunuddon seluruh mata tertuju ke jembatan di sebuah Desa yang menghubungkan antara Desa Matang Karieng dan Ulee Matang yang nampak besi dan aspal sudah bengkol ke dalam, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan terlebih di malam hari tanpa adanya penerangan dan Rambu rambu untuk mengingatkan pengguna jalan akan bahayanya jembatan yang sudah tidak layak di gunakan lagi.
Informasi yang di himpun oleh Wartawan Lintasberitaindonesia.com menyebutkan pada Selasa Sore di Lhokseumawe (10/03/2026) menyebutkan di di hadapan Wartawan lainnya saat berbuka puasa bersama dengan rekan rekan media dalam rangka berbuka puasa bersama undangan Kapolres Lhokseumawe di Caffe stekko.id.
Masyarakat Seunuddon umumnya telah meminta pihak terkait untuk segera memperbaiki jembatan yang menghubungkan titik sentral di Seunuddon, karena apabila jembatan tersebut tidak segera di perbaiki maka penduduk di sekitar pesisir Seunuddon akan kewalahan dan dapat mempengaruhi urat nadi perekonomian masyarakat Pesisir.
Tokoh masyarakat dan Para Kepala Desa juga sangat mengharapkan adanya perbaikan jembatan untuk meminimalisir kejadian laka Lantas, sebelum adanya korban atau jembatan tersebut ambruk saat di lalui masyarakat, maka lebih baik untuk segera di perbaiki, ucapnya.
(Muhazir)
