Ayah Wa Jadikan Media Sosial sebagai Jembatan Komunikasi Dengan Masyarakat

ACEH UTARA | Lintasberitaindonesia.com – Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, terus memanfaatkan media sosial dan siaran langsung (live streaming) sebagai salah satu sarana untuk berkomunikasi dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari pelosok Kabupaten Aceh Utara pada Minggu (09/08/2026.)

Langkah tersebut dinilai menjadi cara yang efektif untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, mengingat wilayah Kabupaten Aceh Utara yang sangat luas dengan kondisi geografis dan persoalan masyarakat yang beragam.

Melalui live streaming, masyarakat memiliki ruang yang lebih mudah untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di daerah masing-masing. Mulai dari persoalan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Bagi Ayah Wa, informasi yang disampaikan langsung oleh masyarakat dapat menjadi bahan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Ketika terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan segera dan memungkinkan untuk ditindaklanjuti, informasi tersebut dapat diteruskan kepada dinas atau instansi terkait untuk segera ditangani sesuai kewenangannya.

“Aceh Utara ini sangat luas. Tidak mungkin semua persoalan masyarakat bisa kita ketahui satu per satu kalau masyarakat tidak menyampaikannya. Karena itu, melalui media sosial kita bisa mendengar langsung apa yang terjadi di tengah masyarakat,” demikian semangat yang tercermin dari pola komunikasi Ayah Wa dengan masyarakat melalui media sosial.

Dengan adanya ruang komunikasi terbuka melalui live streaming, masyarakat dari berbagai kecamatan dan gampong dapat menyampaikan kondisi di daerah masing-masing secara langsung. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi perhatian pemerintah untuk ditindaklanjuti melalui perangkat daerah terkait.

Pola komunikasi seperti ini sekaligus menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi pemerintah, tetapi juga sebagai ruang mendengar suara masyarakat.

Dengan demikian, kebiasaan melakukan live streaming bukan sekadar aktivitas di media sosial, melainkan dapat menjadi salah satu jembatan komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat.

Masyarakat pun diharapkan dapat memanfaatkan ruang tersebut secara bijak dengan menyampaikan informasi dan aspirasi yang benar.

Di tengah luasnya wilayah Aceh Utara, komunikasi yang cepat dan terbuka menjadi bagian penting untuk memastikan pemerintah tetap dekat dengan masyarakat, bahkan ketika jarak geografis menjadi salah satu kendala . ujarnya,.

[Muhazir]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *