LBI.COM, BENGKALIS, Desa Deluk, Kecamatan Bantan – Potensi hasil perikanan di wilayah pesisir menjadi inspirasi bagi Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Tahun 2026 Desa Deluk untuk mengembangkan inovasi pangan melalui Lokakarya Pengolahan dan Pengemasan Ikan Asin Glebe Balado. Program kerja ini mengangkat bahan pangan lokal menjadi produk olahan yang memiliki cita rasa khas serta tampilan yang lebih menarik, selasa (28/07/2026).
Ikan glebe dipilih sebagai bahan utama karena merupakan salah satu hasil perikanan yang dapat ditemukan di wilayah pesisir Desa Deluk. Melalui program ini, mahasiswa mengembangkan ikan glebe menjadi ikan asin yang kemudian dipadukan dengan bumbu balado. Pengolahan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus menghadirkan alternatif olahan dari hasil perikanan setempat.
Rangkaian pengolahan dimulai dari tahap persiapan bahan dan perlengkapan. Beberapa anggota bertugas membeli serta menyiapkan kebutuhan yang diperlukan selama proses produksi. Setelah ikan glebe diperoleh, ikan dibersihkan dan diberi garam sebagai bagian dari proses pengasinan.
Ikan yang telah melalui proses penggaraman kemudian dijemur hingga menjadi ikan asin. Selama tahap ini, anggota Kukerta turut membantu menata ikan untuk dijemur serta memantau kondisinya secara berkala. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pengeringan berlangsung dengan baik hingga ikan siap digunakan pada tahap berikutnya.
Setelah ikan asin siap, mahasiswa mempersiapkan bumbu balado sebagai perpaduan rasa untuk produk yang dikembangkan. Bumbu tersebut terdiri atas cabai kering, bawang putih, minyak goreng, garam, dan penyedap rasa.
Cabai kering terlebih dahulu direndam hingga lunak, kemudian dihaluskan bersama bawang putih. Campuran bumbu tersebut selanjutnya ditumis menggunakan minyak hingga matang dan mengeluarkan aroma harum. Setelah itu, garam dan penyedap rasa ditambahkan secukupnya untuk menghasilkan cita rasa gurih dan pedas.
Pada tahap pengolahan, Sri Puja Lestari dan Raja Zahra mengambil peran dalam proses memasak dan menyiapkan Ikan Asin Glebe Balado. Ikan asin yang telah siap kemudian dicampurkan dengan bumbu balado hingga seluruh bagian terlapisi secara merata. Setelah proses pencampuran selesai, olahan didiamkan hingga dingin sebelum dilanjutkan ke tahap akhir.
Setelah produk selesai diolah, Mei Azhari Ritonga bertanggung jawab pada tahap pengemasan. Ikan Asin Glebe Balado yang telah dingin ditata ke dalam kemasan yang telah disiapkan dengan memperhatikan kebersihan dan kerapian.
Pengemasan menjadi bagian penting dalam pengembangan produk karena tidak hanya berfungsi sebagai wadah, tetapi juga memberikan tampilan yang lebih praktis dan menarik. Dengan kemasan yang tertata, produk menjadi lebih siap untuk diperkenalkan kepada konsumen.
Keberhasilan rangkaian pengolahan tersebut tidak terlepas dari keterlibatan seluruh anggota Kukerta UNRI Desa Deluk. Selain anggota yang bertugas pada proses memasak dan pengemasan, anggota lainnya turut membantu berbagai kebutuhan selama pelaksanaan, mulai dari membeli bahan dan perlengkapan, menyiapkan bahan, membersihkan serta menata ikan, membantu proses penjemuran, memantau kondisi ikan selama pengeringan, menyiapkan kebutuhan produksi, hingga mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan.
Pembagian tugas dilakukan secara bersama sesuai kebutuhan pada setiap tahapan. Dengan demikian, lokakarya ini menjadi hasil kerja kolektif seluruh anggota, bukan hanya pada saat produk diolah, tetapi sejak tahap persiapan hingga produk selesai dikemas.
Melalui pengolahan tersebut, ikan glebe yang merupakan salah satu hasil perikanan lokal Desa Deluk dikembangkan menjadi produk dengan bentuk penyajian yang berbeda. Perpaduan ikan asin dengan bumbu balado menghasilkan cita rasa gurih dan pedas, sedangkan pengemasan yang lebih tertata memberikan nilai tambah dari sisi tampilan dan kepraktisan.
Bagi Mahasiswa Kukerta UNRI, program ini juga menjadi pengalaman dalam mengelola sebuah kegiatan secara menyeluruh. Proses yang dimulai dari pencarian bahan, pengolahan, penjemuran, pemantauan, pembuatan bumbu, hingga pengemasan menuntut kerja sama dan pembagian tanggung jawab antarmahasiswa.
Melalui Lokakarya Pengolahan dan Pengemasan Ikan Asin Glebe Balado, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau Tahun 2026 Desa Deluk berharap inovasi tersebut dapat menjadi salah satu gambaran pemanfaatan potensi perikanan secara kreatif. Pengolahan bahan lokal menjadi produk dengan cita rasa khas dan kemasan yang lebih menarik menjadi langkah sederhana untuk memberikan nilai tambah sekaligus memperkenalkan potensi kuliner Desa Deluk kepada masyarakat yang lebih luas.

